IPO Perusahaan Tambang Otonom Pertama di Dunia Gaet Investor Terkemuka, Termasuk Fidelity, J.P. Morgan, dan Barings

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IPO Perusahaan Tambang Otonom Pertama di Dunia Gaet Investor Terkemuka, Termasuk Fidelity, J.P. Morgan, dan Barings

IPO Perusahaan Tambang Otonom Pertama di Dunia Gaet Investor Terkemuka, Termasuk Fidelity, J.P. Morgan, dan Barings

HONG KONG, 30 Juni, 2026 /PRNewswire/ — EACON Group Co., Ltd. ("EACON", Kode Saham: 07687.HK) hari ini mulai menawarkan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) dalam rangka pencatatan saham perdana (IPO). Berdasarkan pengumuman di situs HKEX, EACON berencana melepas 26.132.000 saham untuk publik dengan target perolehan dana sekitar HK$2,12 miliar hingga HK$2,30 miliar.

Sebagai penyedia solusi kendaraan otonom terbesar di dunia untuk area pertambangan, EACON berhasil menarik investor strategis dalam proses pencatatan sahamnya di Hong Kong. Sebanyak 11 investor institusi, yakni Zijin Mining, XCMG, Fidelity International, J.P. Morgan Asset Management (Asia Pacific) Limited, Barings, Indus Funds, Jain Global, REGAL, GF Funds, CDH, dan Seven Grand, telah berkomitmen sebagai investor utama. Total nilai investasi tersebut mencapai batas maksimum yang diizinkan regulator, yakni sekitar 50% dari total penawaran saham. Daftar investor utama tersebut mencakup pemimpin industri global, perusahaan investasi internasional yang berorientasi jangka panjang, pengelola dana investasi multistrategi, serta investor institusi terkemuka asal Tiongkok. Dukungan tersebut menjadi sinyal kepercayaan yang kuat di tengah volatilitas pasar dan memuluskan jalan EACON untuk menjadi perusahaan truk tambang otonom pertama di dunia yang tercatat di bursa efek.

Didukung Pemimpin Industri dan Perusahaan Investasi Global

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

EACON merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan sistem mengemudi otonom untuk pertambangan. Perusahaan ini telah menawarkan sistem mengemudi otonom Level 4 (L4) yang lengkap, termasuk solusi perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk truk tambang berkapasitas besar. Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam komersialisasi teknologi mengemudi otonom Level 4, EACON berhasil membangun daya saing sebagai pelopor sekaligus pemimpin teknologi sehingga terus menarik minat investor dari dalam dan luar industri.

Menurut prospektus yang dirilis, sejak berdiri, EACON telah menyelesaikan 11 babak pendanaan dan menghimpun dana kumulatif sebesar RMB2,059 miliar. Investor yang berpartisipasi mencakup Zijin Mining dan CATL, serta sejumlah perusahaan investasi seperti NIO Capital, Eight Roads, Hony Capital, dan Gaocheng Capital.

Zijin Mining, perusahaan pertambangan terbesar ketiga di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, pertama kali berinvestasi di EACON pada 2021 melalui babak pendanaan Seri B1 setelah melihat potensi teknologi EACON. Pada 2024, Zijin kembali menambah investasi lebih dari RMB300 juta bersama sejumlah investor lain. Menjelang rencana pencatatan saham EACON, CATL turut berinvestasi lebih dari RMB400 juta sebagai salah satu investor utama dalam babak pendanaan Seri D. Dalam penawaran saham kali ini, Zijin kembali bergabung sebagai investor utama. Jaringan aset sumber daya global yang dimiliki Zijin akan mendukung ekspansi internasional EACON. Selain itu, XCMG, produsen alat berat yang selalu tercantum dalam jajaran tiga besar dunia dan menempati posisi teratas di Tiongkok, juga berpartisipasi sebagai investor utama. Partisipasi XCMG menegaskan posisi EACON sebagai penghubung penting antara operator tambang dan produsen peralatan di seluruh rantai nilai industri.

Selain dukungan dari pelaku industri, EACON juga berhasil menarik minat berbagai investor global yang berorientasi jangka panjang, termasuk Fidelity International, J.P. Morgan, dan Barings yang tergolong perusahaan investasi terbesar dunia; pengelola dana investasi multistrategi seperti Indus Funds, Jain Global, dan Regal; perusahaan manajemen investasi asal Amerika Serikat, Seven Grand; serta investor institusional terkemuka dari Tiongkok, GF Funds dan CDH. Menariknya, Regal (ASX: RPL), perusahaan manajemen aset asal Australia yang berdiri pada 2004 dengan fokus investasi pada sektor sumber daya alam dan pertambangan, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade berpartisipasi sebagai investor utama dalam IPO di Hong Kong. Langkah ini mencerminkan keyakinan terhadap prospek ekspansi EACON di pasar Australia.

Dari 30 Tambang Menuju Pasar Global Senilai US$7,3 Miliar pada 2030

Jajaran investor utama tersebut mencerminkan dominasi EACON. Saat ini, EACON menjadi perusahaan pertama dan satu-satunya yang mengoperasikan lebih dari 2.500 truk tambang otonom. Pada 2025, EACON menguasai 55,5% pangsa pasar solusi tambang otonom di Tiongkok berdasarkan jumlah kendaraan yang beroperasi, mencakup tambang batu bara, logam, dan nonlogam.

Solusi EACON telah diterapkan di 30 lokasi tambang yang dikelola berbagai kelompok usaha berskala besar, termasuk CHN Energy, SPIC, dan TBEA. Aktivitas operasional tersebut mencakup 19 dari 41 tambang batu bara terbuka di Tiongkok dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 10 juta ton, serta tujuh dari 12 tambang batu bara terbuka terbesar di negara tersebut berdasarkan kapasitas yang disetujui regulator. Selama dua tahun berturut-turut, EACON menempati posisi teratas berdasarkan skala operasional di pasar layanan tambang otonom Tiongkok.

Hingga 31 Desember 2025, EACON mengoperasikan 2.580 truk tambang otonom aktif, jumlah armada terbesar di dunia. Jarak angkut tahunan meningkat dari 4,6 juta kilometer menjadi 61,8 juta kilometer, sementara volume material yang diangkut melesat dari 30,6 juta meter kubik menjadi 308 juta meter kubik. Pada saat yang sama, EACON mempertahankan rekor keselamatan kerja tanpa gangguan selama enam tahun berturut-turut. Menurut Frost & Sullivan, pasar solusi tambang otonom global diperkirakan tumbuh dari sekitar US$1 miliar pada 2025 menjadi US$7,3 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 47,4%.

Setelah AI semakin terintegrasi dengan dunia fisik, teknologi mengemudi otonom berkembang sebagai salah satu elemen penting dalam rantai nilai AI fisik. Melalui penerapan truk otonom dalam skala besar dan platform pertambangan digital, EACON membangun ekosistem tertutup yang mencakup AI berwujud fisik (embodied intelligence) untuk pertambangan, AI fisik, dan kecerdasan spasial. Keunggulan tersebut didukung kemampuan pengumpulan data lapangan, penalaran berbasis mekanisme, serta koordinasi berskala global. Fondasi ini memperkuat posisi EACON dalam mendorong otomatisasi tambang terbuka dalam jangka pendek, serta membuka peluang pertumbuhan yang signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Seiring dengan maraknya penggunaan truk tambang otonom di lingkungan kerja berisiko tinggi, teknologi ini menggerakkan transformasi industri menuju operasional pertambangan yang lebih cerdas dan berskala besar. Selain meningkatkan keselamatan kerja, teknologi tersebut juga membuka peluang komersialisasi yang lebih luas di sektor pertambangan.

Narahubung Media: 
16557476@qq.com

Berita Terkait

Presiden ISWA Berkunjung ke SUS ENVIRONMENT, Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Global untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
BRAHMA AI dan Hakuhodo Technologies Menjalin Kemitraan untuk Memperluas Penerapan High-Fidelity Digital Human di Seluruh Jepang dan Kawasan Asia-Pasifik
FERRERO GROUP 2025 SUSTAINABILITY REPORT MENEGASKAN FERRERO FARMING VALUES SEBAGAI PENDORONG KETAHANAN RANTAI PASOK
Forum Industri tentang Monetisasi Pengalaman 5G-A Tampilkan Berbagai Pencapaian Penting, Percepat Sinergi Perangkat, Jaringan, dan Model Bisnis
ZTE Pamerkan Rangkaian Lengkap Fitur AI di MWC Shanghai 2026, Dorong Era Baru dalam Aktivitas Operasional Berbasis Token
ZTE dan GSMA Gelar ZTE Global Summit & User Congress serta GSMA M360 ASEAN di Lokasi yang Sama sebagai Bagian dari Ajang MWC Shanghai 2026
Kolaborasi Adira Finance & AI Rudder Sukses Pangkas Biaya Operasional Lewat Implementasi AI
HEMIN Foundation Milik Anta Group Terbitkan Laporan Tahunan 2025, Rumah Sakit Umum yang Didanai dari Donasi RMB 2 Miliar Siap Beroperasi pada Tahun Ini

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:50 WIB

Presiden ISWA Berkunjung ke SUS ENVIRONMENT, Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Global untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:46 WIB

BRAHMA AI dan Hakuhodo Technologies Menjalin Kemitraan untuk Memperluas Penerapan High-Fidelity Digital Human di Seluruh Jepang dan Kawasan Asia-Pasifik

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:45 WIB

FERRERO GROUP 2025 SUSTAINABILITY REPORT MENEGASKAN FERRERO FARMING VALUES SEBAGAI PENDORONG KETAHANAN RANTAI PASOK

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:33 WIB

Forum Industri tentang Monetisasi Pengalaman 5G-A Tampilkan Berbagai Pencapaian Penting, Percepat Sinergi Perangkat, Jaringan, dan Model Bisnis

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:49 WIB

IPO Perusahaan Tambang Otonom Pertama di Dunia Gaet Investor Terkemuka, Termasuk Fidelity, J.P. Morgan, dan Barings

Berita Terbaru