MEDIAAGRI.COM – Perum Bulog mengungkapkan sudah melakukan penyerapan sebanyak 1.050.000 ton gabah kering giling (GKG) di tingkat petani.
Atau 535.000 ton setara beras untuk pengadaan beras dalam negeri hingga 19 Mei 2024.
535.000 ton tersebut merupakan gabungan antara beras yang ditugaskan oleh pemerintah atau Public Service Obligation (PSO) hingga beras komersial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan total stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang Bulog mencapai 1,85 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyampaikan hal itu di sela meninjau langsung Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Karawang, Senin (20/4/2024).
Bayu Krisnamurthi meninjau langsung Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Karawang, guna memastikan ketersediaan stok beras tetap aman.
“Hari ini kita berada di Sentra Penggilingan Padi Karawang, kegiatan kami dari Direksi Bulog hari ini adalah melihat.”
Baca Juga:
MAXHUB Bertransformasi dari Peserta Menjadi Pemimpin, Ajukan Dua Standar Internasional IEC yang Baru
SNEC 2026 | EVE Energy Raih Pesanan Lebih dari 67 GWh, Perkuat Posisi di Industri Penyimpanan Energi
AGIBOT Gelar APC 2026 di Indonesia, Percepat Implementasi AI Berwujud Fisik di Pasar Lokal
“Dan berkunjung ke beberapa gudang Bulog juga sekaligus ke mitra penggilingan Bulog yang ada di daerah Karawang dan di sekitarnya.”
“Ini untuk melihat situasi terakhir dari pengadaan gabah dan beras untuk musim panen raya, atau musim rendem atau musim basah MT1 (musim tanam 1 tahun 2024),” kata Bayu.
“Total pengadaan Bulog per 19 Mei 2024 itu sudah mencapai 535 ribu ton setara beras atau kurang lebih 1.050.000 ton setara gabah,” kata
Bayu menyampaikan beras tersebut diserap untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).
Baca Juga:
AICPA dan CIMA Luncurkan Rise2040
MUST Luncurkan Seri Energi Hibrida untuk Berbagai Skenario di SNEC 2026
Dia menyebut bahwa musim panen raya pada musim tanam pertama atau MT1 akan berakhir dalam dua minggu ke depan.
Bulog memprediksi hingga akhir Mei mendatang Bulog menargetkan dapat menyerap beras petani sebanyak 600 ribu ton.
“Bulog akan terus melakukan pengadaan dan kami memperkirakan sampai dengan akhir pengadaan MT1 kita akan bisa mendapatkan lebih dari 600 ribu ton setara beras.
Dan itu angka yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2022, mungkin sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2023,” ucap Bayu.
Lebih lanjut Bayu menyebutkan bahwa saat ini harga gabah baik yang ada di SPP Bulog maupun dari mitra penggilingan berkisar antara Rp6.400 sampai Rp6.500 per kg.
Bahkan untuk gabah yang berkualitas tinggi bisa mencapai Rp7.000 per kg.
Baca Juga:
Mouser Electronics Raih Penghargaan Top Customer Count Asia 2025 dari NXP untuk Pertama Kalinya
“Jadi harganya sudah tinggi bahkan untuk beberapa jenis beras yang berkualitas baik, harga gabahnya itu sudah mencapai Rp7.000 per kg.”
“Dengan demikian maka berasnya itu sudah berada di kisaran Rp11.500 per kg sampai Rp12.000 per kg,” jelas Bayu.***









