JAKARTA – Kementerian Pertanian memastikan akan menjatuhkan sanksi kepada industri pengolahan susu, jika menyerap susu dari peternak lokal.
Langkah itu dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri dan menekan impor susu.
Sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang mengjnstruksi pelaksaan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan hal tersebut dalam keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).
“Industri pengolahan susu wajib mengambil susu lokal,” kata Sudaryono yang kerap dipanggil Mas Dar itu.
“Kalau tidak dia laksanakan maka izin impornya dan kuota impornya bisa kita bekukan atau kita tahan,” imbuhnya.
Terkait penyerapah susu dari peternak lokal, Kementerian Pertanian sudah menyurati seluruh industri pengolahan susu dalam negeri.
Baca Juga:
MAXHUB Bertransformasi dari Peserta Menjadi Pemimpin, Ajukan Dua Standar Internasional IEC yang Baru
SNEC 2026 | EVE Energy Raih Pesanan Lebih dari 67 GWh, Perkuat Posisi di Industri Penyimpanan Energi
AGIBOT Gelar APC 2026 di Indonesia, Percepat Implementasi AI Berwujud Fisik di Pasar Lokal
Mengingat industri susu dalam negeri baru bisa memproduksi sebesar 20 persen dari kebutuhan konsumsi susu.
Wamentan menyebutkan bahwa saat ini sebanyak 80 persen konsumsi susu nasional dipenuhi dari impor.
Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar perlahan impor susu dapat ditekan.
Serta meningkatkan produksi susu lokal dengan mendatangkan sapi indukan melalui pembukaan akses investasi terhadap perusahaan.
Baca Juga:
AICPA dan CIMA Luncurkan Rise2040
MUST Luncurkan Seri Energi Hibrida untuk Berbagai Skenario di SNEC 2026
Pemerintah menargetkan ada dua juta sapi indukan yang diimpor hingga lima tahun mendatang, tanpa menggunakan dana APBN.
“Kita targetkan ada dua juta sapi indukan yang kita datangkan hidup ke Indonesia dan sudah ada 167 perusahaan yang komit untuk berinvestasi mendatangkan sapi.
Jadi negara tidak mengeluarkan APBN, tapi mereka berinvestasi sumber sapinya,” kata Sudaryono.
Perusahaan nanti akan menjalin kemitraan dengan peternak lokal, sehingga industri susu nanti dapat dialokasikan dalam pemenuhan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah memastikan Program MBG akan didukung dengan sumber protein lokal.
Saat ini, susu belum masuk dalam program tersebut karena keterbatasan produksi dalam negeri.
Baca Juga:
Mouser Electronics Raih Penghargaan Top Customer Count Asia 2025 dari NXP untuk Pertama Kalinya
“Kita tidak ingin memberikan susu impor kepada anak-anak kita. Kita ingin substitusi dulu dengan sumber protein yang lain, dengan telur, daging ayam dan seterusnya,” kata Wamentan.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).
Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).
Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.
Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.











