Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Ajak Asosiasi Peternak Sapi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 24 September 2024 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Dok. Pertanian.go.id)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Dok. Pertanian.go.id)

HALOAGRO.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) mendukung penuh program makan bergizi gratis yang digagas Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Salah satunya dengan menyediakan daging dan susu sapi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Mentan Amran, program tersebut bukan sekedar program biasa karena terdapat potensi besar terutama dalam memperkuat ekonomi rakyat dan menjadikan Indonesia swasembada.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ayo kerja keras dukung penuh program makan bergizi gratis. Kalau perlu APPSI tidur dengan sapi, cium sapi dan tanya itu sapi apakah sudah makan atau belum.”

“Artinya, mulai hari ini kita harus mengubah mindset untuk sukses untuk swasembada kalau kita bergerak bersama,” kata Mentan Amran di Serpong, Tangerang, Banten, Jumat, 20 September 2024.

Mentan mengatakan perhatian besar Presiden terpilih Prabowo Subianto terhadap petani dan peternak sangatlah besar terutama dalam memenuhi pasokan daging dalam negeri. Karena itu, kata dia, komoditas daging yang juga merupakan bagian dari gizi protein dapat ditingkatkan menjadi lebih besar lagi.

“Dulu kita ada program Inseminasi Buatan dan kemudian ada program bibit unggul.”

“Nah saya ingin program-program ini juga kembali jalan agar kita siap dengan berbagai program yang dijalankan bapak presiden terpilih Prabowo Subianto,” katanya.

Mengenai hal ini, Mentan Amran yakin APPSI dapat membantu pemerintah mewujudkan swasembada daging sehingga ke depan Indonesia tak perlu lagi melakukan kebijakan impor.

Artinya, tugas yang diemban ke depan hanya fokus pada pengembangbiakan dan penggemukan sapi nasional.

“Jadi ke depan untuk kita mencapai swasembada itu harus memiliki mimpi tapi juga aksi. Jangan hanya mimpi tapi tidak aksi. Ingat, ini momentum emas, di mana ada presiden memiliki perhatian luar biasa terhadap peternak,” katanya.

Ketua Umum APPSI, Haji Dadang menyampaikan terimakasih atas dukungan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terhadap penggemukan sapi di Indonesia.

Mengenai hal ini, Dadang mengaku siap untuk berkontribusi pada program makan bergizi gratis yang akan dijalankan Presiden terpilih Prabowo Subianto di lima tahun mendatang.

“Kami tentunya mendukung program makan bergizi gratis dibawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan dari bapak Presiden Joko Widodo.”

“Alhamdulillah saat ini kita juga sudah mengangkat Ketua Dewan Pembina yaitu Bapak Ahmad Muzani yang Insya Allah kita akan sinergi dengan program pemerintah untuk kemajuan para peternak sapi khususnya di Indonesia,” katanya.

Dadang menambahkan program makan bergizi gratis adalah program strategis masa depan bangsa untuk kemajuan Indonesia melakui pemenuhan daging dan sapi nasional.

Dia pun mengaku siap untuk mengkoordinasikan program tersebut dengan para peternak lain.

“APPSI berdiri sejak tahun 2019 dan kami sudah menggelar kontes sekitar 8 kali di seluruh wilayah kepulauan Jawa.”

“Ke depan kita ingin menaikkan taraf hidup atau penyemangat untuk para peternak sapi di Indonesia agar lebih dihargai bukan hanya berdasarkan nilai daging karkasnya saja tetapi dari aspek lainnya, termasuk pemenuhan daging untuk program makan bergizi gratis,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dewan Pembina APPSI Ahmad Muzani, Anggota Komisi IV DPR RI TA.

Khalid, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan sejumlah pengurus APPSI dari beberapa daerah.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Infoemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Jatimraya.com dan Hallokaltim.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Harga Jagung Naik, Pemerintah Gelontorkan 52.400 Ton Untuk Peternak Layer
Langkah Konkret Selamatkan Peternak Unggas dari Lonjakan Harga Pakan
Produksi Padi Naik 11 Persen, Stok Beras Nasional Kian Terkendali
Masa Depan Pertanian Indonesia, Gene Bank Dapat Dukungan Presiden
Data Tunjukkan Stok CJP Efektif Redam Fluktuasi Harga Jagung Peternak
Sudaryono Gaungkan Swasembada Pangan 2025 dan Hentikan Impor Beras Nasional
SPHP Beras Resmi Diluncurkan, Harga Stabil dan Akses Pangan Murah Terjamin
Produksi Jagung Nasional 2025 Surplus, Mentan Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Harga Jagung Naik, Pemerintah Gelontorkan 52.400 Ton Untuk Peternak Layer

Selasa, 2 September 2025 - 14:02 WIB

Langkah Konkret Selamatkan Peternak Unggas dari Lonjakan Harga Pakan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Produksi Padi Naik 11 Persen, Stok Beras Nasional Kian Terkendali

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Masa Depan Pertanian Indonesia, Gene Bank Dapat Dukungan Presiden

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Data Tunjukkan Stok CJP Efektif Redam Fluktuasi Harga Jagung Peternak

Berita Terbaru